
AGATS, 7 Agustus 2026 – PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan bantuan fasilitas dan teknologi desalinasi air bersih untuk Masjid Saiful Al-Bukhori di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan. Mesin pengolahan berkapasitas produksi hingga 2.200 liter per hari ini mampu mengubah air payau atau air keruh menjadi air tawar yang jernih, tidak berbau dan tidak berasa. Langkah nyata ini dilakukan guna mengatasi keterbatasan air bersih yang dialami jamaah dan warga sekitar akibat kondisi geografis Agats yang didominasi rawa-rawa dan perairan payau.
Sebelum adanya dukungan dari PLN, Masjid Saiful Al-Bukhori sejatinya telah memiliki sumur bor. Namun, kualitas air yang dihasilkan keruh, tidak nyaman untuk digunakan berwudu, dan belum layak untuk memenuhi kebutuhan harian. Imbasnya, pihak masjid harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air galon guna memenuhi kebutuhan minum jamaah, terutama saat kegiatan keagamaan berskala besar.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Saiful Al-Bukhori, Burhan Ar Rahman, menyampaikan rasa syukurnya atas solusi yang diberikan oleh PLN. Bantuan ini kini berdampak langsung pada sekitar 200 jiwa, termasuk jamaah, santri, dan warga sekitar.
“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan mesin pengolahan air dari program TJSL PLN, air dari sumur bor yang sebelumnya belum layak diminum kini dapat diolah menjadi air yang bersih. Bantuan ini sangat mendukung kenyamanan jamaah dalam beribadah serta menekan biaya operasional masjid. Kami berkomitmen untuk merawat dan mengoperasikan mesin ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ungkap Burhan.
Sementara itu, masyarakat sekitar juga menghadapi tantangan yang sama. Warga sangat bergantung pada tadah air hujan untuk kebutuhan dasar harian. Ketika musim kemarau tiba, warga terpaksa mencari sumber air lain atau membeli air bersih dengan harga yang cukup tinggi.
Ottouw G. Mirino (40), warga Kampung Baru, Distrik Agats, menceritakan perubahan signifikan setelah fasilitas pengolahan air ini beroperasi. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya warga hanya mengandalkan air hujan atau mengambil air dari masjid yang kualitasnya masih keruh, serta terpaksa berhemat dan membeli air mahal saat musim kemarau.
“Puji Tuhan, setelah ada mesin dari PLN, kami sekarang lebih mudah mendapatkan air bersih yang layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak dan orang tua. Semoga program TJSL dari PLN terus berlanjut dan menjangkau wilayah lain yang masih kesulitan air,” tutur Ottouw.
Menanggapi keberhasilan implementasi program tersebut, General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui PLN. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tidak hanya di sektor kelistrikan.
“PLN menyadari bahwa akses air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat krusial, terlebih di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang seperti Agats. Melalui program TJSL ini, kami berharap kehadiran teknologi desalinasi dapat meringankan beban ekonomi warga, meningkatkan taraf kesehatan, dan mendukung kenyamanan beribadah. Ini adalah komitmen nyata PLN dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menjamin ketersediaan dan pengelolaan air bersih yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Roberth.
Melalui fasilitas desalinasi berbasis keberlanjutan ini, PLN berharap sinergi dengan masyarakat Asmat dapat terus terjalin dengan baik. Program ini sekaligus diharapkan mampu menurunkan risiko timbulnya penyakit akibat krisis air di daerah terpencil.